PENELITIAN OLAHRAGA

BAB 1

PENDAHULUAN

 

    1. LATAR BELAKANG

Penelitian atau riset adalah terjemahan dari bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah berasal dari bahasa Perancis recherche.Intinya hakekat penelitian adalah “mencari kembali”.
Definisi tentang penelitian yang muncul sekarang ini bermacam-macam, salah satu yang cukup terkenal adalah menurut Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan bahwa penelitian adalah “penyidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima”.

 

Dengan kata lain hakikat penelitian merupakan salah satu cara di dalam mencari suatu kepastian yang masih diragukan kebenarannya, antara teori dan realita yang ada di lapangan.untuk itu penulis berusaha agar masalah tersebut bisa di aplikasikan baik oleh peneliti sendiri maupun pembaca.

 

    1. RUMUSAN MASALAH
  • Apa yang dimaksud dengan penelitian?
  • Apa saja penelitian tersebut?
  • Apa saja tujuan dari penelitian?

 

    1. TUJUAN MASALAH
  • Mengetahui maksud dari penelitian
  • Mengetahui isi dari penelitian
  • Mengetahui tujuan dari penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 11

PEMBAHASAN

 

 

2.1 PENGERTIAN PENELITIAN

  • Pengertian Penelitian

    • Adalah pencarian sesuatu secara sistematis dengan penekanan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. Moh Nasir(1999:14)

    • Adalah pencarian pengetahuan dan pemberi artian yang terus menerus terhadap sesuatu. Moh. Nasir (1999:14)

    • Pencarian teori, pengujian teori, atau pemecahan masalah. Consuelo G. Sevilla, dkk (1993:2) Merupakan aktivitas menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang terandalkan kebenarannya (objektif dan sahih) mengenai dunia alam atau sosial. Sanapiah Faisal (1996:174)

    • Rangkaian kegiatan atau proses mengungkapkan rahasia sesuatu yang belum diketahui dengan menggunakan cara bekerja atau metode yang sistematis, terarah, dan dapat dipetanggungjawabkan.Hadari Nawawi dan Mimi Martini (1996:174

Beberapa sumber lain yang berkaitan dengan penelitin menyebutkan bahwa penelitian adalah “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”( T. Hillway ). Ilmuwan lain bernama Woody memberikan gambaran bahwa penelitian adalah “metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis)”.
Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Tapi kalau kita lihat dari definisi diatas, penelitian banyak bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).

  • Macam – macam metodologi penelitian

  1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berguna untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tidak terduga sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru. Penelitian kualitatif biasanya mengejar data verbal yang lebih mewakili fenomena dan bukan angka-angka yang penuh prosentaase dan merata yang kurang mewakili keseluruhan fenomena. Dari penelaitian kualitatif tersebut, data yang diperoleh dari lapangan biasanya tidak terstruktur dan relative banyak, sehingga memungkinkan peneliti untuk menata, mengkritis, dan mengklasifikasikan yang lebih menarik melalui penelitian kualitatif. Istilah penelitian kualitatif, awalnya berasal dari sebuah pengamatan, pengamatan kuantitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kualitatif (Suwardi Endraswara, 2006:81).

  1. Penelitian Kuantitatif

Menurut August Comte (1798-1857) menyatakan bahwa paradigma kuantitatif merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme. Positivisme adalah satu aliran filsafat yang menolak unsur metafisik dan teologik dari realitas sosial. Karena penolakannya terhadap unsur metafisis dan teologis, positivisme kadang-kadang dianggap sebagai sebuah varian dari Materialisme (bila yang terakhir ini dikontraskan dengan Idealisme).
Dalam penelitian kuantitatif diyakini, bahwa satu-satunya pengetahuan (knowledge) yang valid adalah ilmu pengetahuan (science), yaitu pengetahuan yang berawal dan didasarkan pada pengalaman (experience) yang tertangkap lewat pancaindera untuk kemudian diolah oleh nalar (reason)

.

  • Pengertian Metode Ilmiah

    • Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.

  • Kriteria Metode Ilmiah:(Moh. Nasir, 1999:43)

    • Berdasarkan Fakta

    • Bebas dari Prasangka (bias)

    • Menggunakan prinsip-prinsip analisis

    • Menggunakan hipotesis

    • Menggunakan ukuran objektif

    • Menggunakan teknik kuantifikasi

  • Pengertian Metode Penelitian

    • Ilmu tentang metode penelitan, merupakan strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang diperlukan guna manjawab masalah yang dihadapi.

  • Metode penelitian secara garis besar dikelompokkan menjadi 5 kelompok :(Moh. Nasir, 1999:54-55)

    • Metode Sejarah

    • Metode Deskripsi:

      • Metode Survey

      • Metode deskriptif berkesambungan,

      • Metode Studi Kasus,

      • Metode analisis pekerjaan dan aktivitas,

      • Metode studi komparatif

      • Metode studi waktu dan gerakan

    • Metode Eksperimental

    • Metode Grounded Research

    • Metode Penelitian Tindakan.

  • Tujuan Penelitian

    • Untuk memperoleh kebenaran ilmiah

  • Adakalanya kebenaran ditemukan melalui proses non ilmiah

    • Penemuan kebenaran secara kebetulan

    • Penemuan kebenaran dengan akal sehat

    • Penemuan kebenaran melalui wahyu

    • Penemuan kebenaran secara intuitif

    • Penemuan kebenaran secara coba-coba dan salah

    • Penemuan kebenaran secara spekulasi

    • Penemuan kebenaran karena kewibawaan

  • Ragam Penelitian

  • Penelitian ditinjau dari sudut tujuan

Penelitian eksploratif

Yaitu sebuah penelitian yang bertujuan ingin menggali secara luas tentang sebab-musabab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu

Penelitian pengembangan

Yaitu sebuah penelitan yang bertujuan mengadakan percobaan dan penyempurnaan terhadap suatu masalah

Penelitian verifikasi

Yaitu sebuah penelitan yang bertujuan untuk pengecek kebenaran penelitan lain

  • Penelitian ditinjau dari sudut pendekatan

Pendekatan bujur (longitudinal)

Yaitu sebuah penelitian yang berusaha merekam atau mencatat suatu fenomena sebuah subjek secara berturut-turut dan dalam waktu yang relatif panjang.

Pendekatan silang (cross-sectional)

Yaitu sebuah penelitian yang berusaha merekam atau mencatat suatu fenomena dari sejumlah subjek secara bersamaan dan dalam waktu yang relatif singkat.

  • Cara Mengadakan Penelitian

  1. Tahapan Penelitian kuantitatif

    1. Menurut Sanapiah faisal (1995:29)

      1. Pemilihan dan analisis masalah penelitian

      2. Penentuan strategi pemecahan masalah, atau penentuan metodologi penelitian

      3. Pengumpulan data

      4. Pengolahan, analisis, dan interpretasi data.

      5. Penyusunan laporan penelitian

    2. Menurut Suharsimi Arikunto (1992:14)

      1. Memilih masalah

      2. Studi Pendahuluan

      3. Merumuskan masalah

      4. Merumuskan anggapan dasar, merumuskan hipotesis

      5. Memilih pendekatan

      6. Menentukan variabel dan sumber data

      7. Menentukan dan menyusun instrumen

      8. Mengumpulkan data

      9. Analisis Data

      10. Menarik Kesimpulan

      11. Menulis Laporan

  2. Memilih masalah penelitian, yaitu upaya memilih atau menentukan masalah yang dapat diteliti karena ketersediaan data, dukungan teori dan waktu.

  1. Studi pendahuluan, yaitu upaya penjajagan terhadap kemungkingan diteruskan/tidaknya penelitian terhadap suatu masalah yang sudah ditetapkan.

  2. Manfaat studi pendahuluan

    1. Untuk mengetahui secara persis apakah masalah yang akan diteliti tersebut sudah diteliti orang lain atau belum

    2. Memberi kemungkinan dapat menemukan hal-hal yang relevan yang memperkuat keinginan untuk melakukan penelitian terhadap masalah yang ditentukan

    3. Bila masalah yang dipilih sedang diteliti peneliti lain, maka calon peneliti dapat meminta informasi kepadanya tentang sejauh mana penelitiannya telah berlangsung

  3. Studi pendahuluan pada dasarnya dilakukan pada tiga objek, yaitu dokumen, orang dan sumber data, tempat dan lokasi penelitian

  4. Merumuskan masalah, yaitu merumuskan masalah dalam bentuk rumusan yang jelas dan benar sehingga dapat mencerminkan variabel-variabel penelitian dan membantu peneliti dalam mencari data sesuai dengan aspek-aspek atau indikator variabel yang diperlukan.

  5. Merumuskan anggapan dasar, anggapan dasar dapat disebut pula dengan asumsi dasar atau postulat. Anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti, dan menjadi dasar pijakan dalam pelaksanaan penelitian. Contoh peneliti yang mengkaji tentang latar belakang pendidikan, maka dia memiliki anggapan dasar bahwa latar belakang pendidikan itu bermacam-macam atau berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Kalau tidak berbeda-beda, maka tidak dapat dijadikan variabel.

  6. Merumuskan hipotesis, yaitu merumuskan masalah yang telah ditentukan dalam bentuk hipotesis, baik hipotesis kerja atau hipotesis alternatif (Ha), maupun hipotesis nol (Ho) yang dapat disebut juga hipotesis nihil atau hipotesis statistik. Rumusan hipotesis ini merupakan pedoman pelaksanaan kegiatan penelitian yang memberi arah dalam menentukan variabel, pengumpulan data, pengolahan data, dan pengambilan kesimpulan.

  7. Pemilihan pendekatan, memilih jenis pendekatan yang dapat diambil peneliti dalam rangka membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan. Jenis pendekatan tersebut dapat dilihat dari sudut teknik sampling, timbulnya variabel, pola atau sifat penelitian (non eksperimen atau eksperimen) dan dari model pengembangan atau pertumbuhan.

  1. Menentukan Variabel dan Sumber data

Variabel adalah gejala yang bervariasi yang menjadi objek penelitian. Variabel dapat dibedakan atas variabel kuantitatif dan kualitatif. Contoh variabel kuantitatif adalah luasnya kota, umur, jumlah jam sehari, dll. Contoh variabel kualitatif adalah kemakmuran, kebahagiaan, kepandaian dll.

Variabel kualitatif dapat dibedakan ke dalam:

  • Variabel diskrit (nominal atau kategorik) Yaitu variabel yang hanya dikategorikan ke dalam 2 (dua) kutub yang berlawanan, yakni ya dan tidak. Contoh: laki-laki – perempuan, atas – bawah, hadir – absen,dll

  • Variabel kontinum (ordinal, interval dan rasio)

  • Variabel ordinal, yaitu variabel yang menunjukkan tingkat-tingkat, tetapi tidak memiliki jarak yang jelas. Contoh panjang, kurang panjang, pendek, terpandai dll.

  • Variabel interval, yaitu variabel yang mempunyai jarak dan jarak tersebut dapat diketahui secara pasti. Contoh: suhu diluar 30 derajat Celcius, suhu tubuh 37 derajat celcius, maka selisihnya adalah 6 derajat celcius.

  • Variabel rasio, yaitu variabel perbandingan, variabel yang manakala dihubungkan dengan sesamanya merupakan sekian kali. Contoh, berat Pak Amir 70 kg, sedangkan anaknya 35 kg, dengan demikian berat Pak Amir dua kali lipat berat anaknya.

11. Sumber data

Darimana seseorang memperoleh data, itulah sumber data. Sumber data adalah subjek penelitian yang darinyalah data dapat diperoleh. Berkaitan dengan wilayah sumber data, maka dikenal 3 jenis penelitian, yaitu penelitian populasi, penelitian sampel, dan penelitian kasus.

12. Menentukan dan menyusun instrumen

Instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data. Metode pengumpulan data dapat berupa tes, angket atau kuisener, observasi, wawancara, dokumentasi. Sebaliknya instrumen penelitian berupa: angket, test, pedoman wawancara, pedoman observasi, check list, dll. Instrumen yang baik adalah instrumen yang valid dan reliabel, yaitu instrumen yang pengadaanya telah melalui prosedur perencanaan, penulisan butir soal atau item, penyuntingan, uji coba, penganalisisan hasil dan revisi.

  1. Mengumpulkan data

Pengumpulan data merupakan upaya mengamati variabel yang diteliti dengan metode interview, observasi, tes, kuisener dsb.

14. Analisis data

Setelah data terkumpul, kegiatan berikutnya adalah pengolahan data (data processing) sebelum dianalisis. Pengolahan data mencakup kegiatan mengedit (editing) data dan mengkode (coding) data. Pekerjaan ini membutuhkan kecermatan, ketekunan dan pengertian terhadap jenis data, karena jenis data akan menentukan teknik analisis data. Contoh, hubungan data nominal dengan nominal, tidak dapat dianalisis dengan teknik korelasi produk moment, tetapi sangat tepat bila dianalisis dengan teknik Chi-kwadrat. Dst

  1. Menarik Kesimpulan

Kesimpulan merupakan hasil akhir penelitian yang dirumuskan berdasarkan data yang terkumpul, dan sejalan dengan rumusan masalah dan hipotesis. Kesimpulan penelitian non statistik didasarkan atas kriteria standar yang telah ditentukan, sedangkan kesimpulan penelitian statistik didasarkan atas harga kritik yang tertera dalam tabel kritik. Kesimpulan harus dirumuskan secara singkat, jelas tetapi padat.

  1. Menulis laporan

Penulisan laporan penelitian dimaksudkan agar hasil penelitian dan prosedurnya dapat diketahui orang lain sehingga kebenaran hasil dan pekerjaan penelitian tersebut dapat dicek atau dievaluasi.

Dengan demikian dari definisi diatas, penelitian banyak bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa hakikat penelitian merupakan suatu cara atau suatu metodologi, dimana digunakan sebagai pemecahan masalah dengan menggunakan metode pendekatan ilmiah yang disusun secara sistematis berdasarkan tata letak urutan tertentu.

 

3.2 Saran

Demikian pembahasan dari hakikat penelitian semoga apa yang sudah di bahas dapat dijadikan sebagi acuan pembaca dalam mengambil suatu keputusan dalam bidang penelitian pendidikan jasmani

 

Daftar Rujukan

Penerbit Universitas Negeri Malang.2000.Pedoman Penulisan karya ilmiah edisi keempat.um malang

 

 

 

About these ads

2 responses to “PENELITIAN OLAHRAGA

  1. maksih bgt…
    walaupun g sma persis pa tg Q inginin tp dah ckup membantuQ
    Q pengenya karya ilmiah populer tentang olahraga
    da g ya….
    please,,,,
    tlong bwatin ea….
    krim ja ke e-mailQ…
    viehand@yahoo.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s